Catatan Asik dari Event Suroboyo Nyel!
13.00
Suroboyo nyel, nyel nyel nyel! Tagline yang singkat namun mewakili identitas kesurabayaan.
Event Suroboyo Nyel! memang telah selesai (22/11). Namun, masih banyak pengunjung yang ternyata baper dan gak bisa move on. Saya sendiri adalah buktinya.
Acara yang digelar oleh para mahasiwa dan mahasiswi UPN "Veteran" Jatim Surabaya ini memang unforgetable. Bertempat di gedung Perpustakaan Bank Indonesia, event ini dipandu MC tampan Aiman Ricky. Kebetulan, dia juga merupakan aktor FTV yang membuat kaum hawa bawaannya pengen dijadikan makmumnya hehe hehe..
Dimulai sekitar pukul 10.00, dibuka oleh penampilan memikat teman-teman Soundcloud Surabaya. Tidak berselang lama, giliran art performace yang memanjakan mata pengunjung.
Sedulur arek-arek Suroboyo yang super kreatif, berani, produktif dan tak pernah lupa dengan sejarah, mengusung tema sentral: social movement.
Mereka antara lain adalah Askneck dengan karya grafitty, Utek Bocor Artwork Mural yang menggambar ikon Suro dan Boyo dengan olesan kuas warna cat-cat pastel, dan KRN&GAP Lettering dengan yang menampilkan karya seni mengangkat topik “Jas Merah” (dan kebetulan saya bagian dari KRN&GAP).
Setelah itu, live akustik dimainkan oleh sejumlah grup musik. Yakni, Sora, Starfish, dan Pathetic Experience. Tiap band membawakan empat buah lagu. Salah satunya, lagu daerah.
Band yang disebutkan terakhir mengusung musik instrumental. Sungguh, mereka sukses membuat kaum hawa berdecak kagum. Maklum, wajah personel begitu kinclong di bawah paparan sinar matahari.
Teater kontemporer dari dulur-dulur Serbuk kayu ikut mewarnai hari yang menyenangkan di Perpustakaan Bank Indonesia. Kali ini, Noise Brut yang tampil dan mengajak pengunjung memahami isu sosial.
Seminar dan creative sharing menjadi daya tarik Suroboyo Nyel!
Satu rangkaian acara yang tak kalah menarik adalah seminar tentang sejarah Surabaya. Ady “Gepeng” Setyawan menjadi pembicara bermodalkan hasil penelitian dan dokumentasinya selama ini. Dalam diskusi bertajuk “Melawan Lupa dengan Sejarah” itu, arek enom diarahkan untuk bangga pada sejarah Surabaya yang gemilang. Seusai seminar, creative sharing dari Cak Mamuk Ismuntoro tentang dunia fotografi kembali memanjakan pengunjung akan pengetahuan di ranah kreatif.
Ketua Panitia Suharfianis mengaku puas. “Memang, tidak ada yang sempurna. Ke depan, kami akan menyuguhkan yang lebih baik lagi. Namun secara umum, apresiasi pengunjung dan totalitas pengisi acara telah membuat kami tersanjung,” urai lelaki yang biasa disapa Vean tersebut.
“Pesan kami melalui acara ini sebenarnya sederhana. Menjadi kekinian, tidak serta merta membuat kita lupa sejarah. Sebaliknya, belajar dan bangga dengan sejarah merupakan bukti bila kita tidak ketinggalan zaman,” imbuh dia.
Salah satu pengunjung Putra A. Sirot menuturkan, konsep acara benar-benar segar dan berbeda dari yang biasanya. “Event seperti ini dapat mengikis jiwa apatis warga terhadap sejarah dan lingkungan sekitar,” paparnya dengan penuh semangat. Semangat ya, Kakak.
Sementara itu, MC Aiman Ricky mengatakan, sekelompok anak muda kreatif yang menjadi motor acara ini patut diacungi jempol. “Ini pengalaman baru bagi mereka yang masih kali pertama terjun di dunia manajemen event. Meski memang, pematangan di tahap eksekusi juga harus diberi lebih banyak perhatian pada event-event di masa datang,” terang dia.
Turut berbangga hati dapat menjadi bagian dari event Suroboyo Nyel! Berharap event kreatif ini dapat digelar tahunan.
(by : Nindi Widiara with edited)
0 komentar